Lifestyle

Ilustrasi Perhitungan Kurs Nilai Tukar Mata Uang Asing

 Pernahkan Anda menukar uang asing dengan Rupiah ataupun sebaliknya di bank maupun exchanger? Tentunya Anda pernah mendengar istilah kurs beli dan kurs jual. Meskipun belum tahu banyak tentang kedua istilah ini, setidaknya Anda pasti pernah menemui atau membaca kedua istilah tersebut bukan?


Barangkali, Anda pernah berpikir bahwa nilai kurs hanya ada satu, seperti 1 USD = 13.573 IDR (pada saat tulisan ini dibuat). Pengumuman kurs seringkali kita dengar dari berbagai media. Ternyata, yang dimaksud kurs tidak hanya melulu seperti itu. Setidaknya ada tiga kurs yang perlu Anda ketahui, yaitu kurs beli, kurs tengah, dan kurs jual. Mau tahu seperti apa lengkapnya? Berikut ini adalah ulasannya.

Penjelasan Tentang Kurs Jual dan Kurs Beli

Kurs sangat erat kaitannya dengan nilai tukar mata uang asing yang ada di bank atau exchanger (tempat penkaran uang asing). Nah, supaya Anda lebih mudah memahaminya, kurs jual dan kurs beli sering diartikan melalui sudut pandang bank atau exchanger . Bukan dari sudut pandang orang yang menukarkan.

Meminjam istilah dari Paul R. Krugman dan Maurice, kurs disebut sebagai harga mata uang dari suatu negara yang diukur atau dinyatakan dalam mata uang lainnya. Sedangkan menurut Salvator, kurs adalah harga mata uang terhadap mata uang lainnya.

Dari kedua pendapat tersebut maka dapat ditarik kesimpulan seperti ini:
  • Kurs jual (rupiah –> uang asing) biasanya kurs yang dipakai apabila bank/exchanger menjual uang asing (valuta asing/valas) kepada kita bahkan sebaliknya apabila Anda ingin menukarkan rupiah dengan uang asing.  Atau dapat juga diartikan bahwa kurs jual merupakan harga jual mata uang/valas dari bank/ex changer.
  • Kurs beli (rupiah <– uang asing) adalah kurs yang dipakai apabila bank/exchanger ingin membeli uang asing dari Anda atau jika Anda ingin menukarkan uang asing dengan rupiah. Atau dapat juga diartikan sebagai kurs yang telah diberlakukan bank jika melakukan pembelian mata uang asing atau valas.

Ilustrasi Perhitungan Kurs Jual dan Kurs Beli

Di bawah ini adalah ilustrasi perhitungan kurs jual dan kurs beli yang dapat membantu Anda supaya dapat lebih memahaminya.

Penukaran Mata Uang via shutterstock.com


Misalkan saya sedang berencana akan berlibur ke Austria. Karena Austria adalah negara yang tergabung dalam Uni Eropa maka mata uang yang berlaku di sana adalah euro. Jadi, saya harus menggunakan mata uang euro selama berada di sana.

Kemudian pergilah saya ke bank untuk menukarkan sejumlah rupiah yang saya miliki dengan euro. Pada saat menukarkan uang tersebut, kurs jual euro 1 EUR = 14.966 IDR (saat ini). Sementara kurs beli euro: 1 EUR = 15.244 IDR.

Karena saya ingin menukarkan rupiah saya dengan euro, kurs jual yang menjadi acuan perhitungannya. Jadi, euro yang akan saya peroleh apabila ingin menukarkan Rp20 juta adalah sekitar EUR 1.314 (20.000.000 IDR/14.966 IDR).

Perhitungan nilai tukar mata uang asing ini saya ambil dari website https://www.maybank.co.id/


Setelah merasa puas berlibur di Austria, saya balik lagi ke Indonesia. Rupanya uang saya masih EUR 178 yang tidak dipakai. Saya kemudian berencana menukarkan euro saya agar nilainya bisa dimanfaatkan kembali. Pergilah saya ke exchanger yang ada di bandara. Karena yang ditukarkan adalah nilai euro ke rupiah, kurs belilah yang berlaku sebagai acuannya.

Pada saat penukaran, ternyata kurs beli euro mengalami perubahan SEDIKIT: 1 EUR = 14.850 IDR (misalnya). Jadi, rupiah akan saya dapatkan dari penukaran dengan mengacu pada kurs beli tersebut adalah Rp2.643.300 hasil ini diperoleh dari 178 EUR x 14.850 IDR.

Ini yang Dimaksud dengan Kurs Tengah

Di samping kurs jual dan kurs beli, ada satu jenis kurs lagi yang patut Anda ketahui, yaitu kurs tengah. Kurs tengah didefinisikan sebagai kurs antara kurs jual dan kurs beli (penjumlahan dari kurs beli dan kurs jual yang kemudian dibagi dua).

Pada umumnya, kurs jual lebih mahal dibandingkan dengan kurs beli. Biasanya pedagang valas mengambil keuntungan dari selisih penukaran uang asing/valas. Saat Anda melihat daftar dari kurs mata uang asing yang terdapat di koran, TV, maupun di internet dan di sana tidak terdapat detail kurs jual dan kurs beli, itu berarti nilai kurs itu merupakan kurs tengah.

Inilah Aturan Transaksi Menggunakan Uang Asing di Indonesia

Secara umum transaksi di wilayah Indonesia diwajibkan untuk menggunakan rupiah. Hal ini sudah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 17/3/PBI/2015 yang secara khususnya dibahas dalam Bab II Pasal 2 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah.  Pihak yang melakukan perdagangan barang ataupun jasa di dalam negeri tidak boleh menolak transaksi dengan mata uang rupiah.

Walaupun demikian, terdapat beberapa pengecualian dalam peraturan itu dan beberapa hal berikut masih dapat menggunakan mata uang asing: a) Transaksi terkait ekspor dan impor, b) Transaksi online lintas Negara, c) Konsumsi WNI di luar negeri, d) Pembayaran utang luar negeri Pemerintah, e) Visa on arrival, f) Proyek infrastruktur strategis Pemerintah dengan syarat tertentu, g) Obligasi valas,  h) Belanja barang dan modal Pemerintah, i) Penerimaan hibah dari luar negeri, j) Simpanan dalam bentuk valas di bank, k)  Transaksi pembiayaan dari kreditur internasional, l) Transfer valas ke luar negeri, m) Jual beli surat utang atau obligasi, n) Penerimaan pajak dan nonpajak,  o) Kredit valas untuk kegiatan ekspor, dan p) Pasar uang antarbank (PUAB) dalam bentuk valas.

Keluarnya aturan-aturan tersebut tidak lepas dari meningkatnya transaksi menggunakan valas, terutama dollar. Jelas sudah hal tersebut sama sekali tidak menguntungkan bagi Indonesia. Karena hanya akan membuat rupiah makin melemah di hadapan dollar.

Situasi tersebut jika dibiarkan akan merembet ke perekonomian Indonesia. Dan tidak menutup kemungkinan dapat terjadi lagi krisis seperti tahun 1998 dimana rupiah betul-betul anjlok nilainya terhadap dolar.

 24 total views,  1 views today